Digitalisasi Pemerintahan di Mamuju Tengah: Antusiasme Tinggi ASN dan Kepala Desa dalam Pendaftaran Tanda Tangan Elektronik (TTE)
News Tobadak– Kantor Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) ramai dikunjungi ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak pagi hingga sore hari. Mereka mencoba mendaftarkan Tanda Tangan Elektronik (TTE), sebuah terobosan digital yang kini menjadi syarat utama dalam berbagai layanan birokrasi. Fenomena ini menunjukkan kesiapan Mamuju Tengah memasuki era pemerintahan digital yang lebih efisien dan transparan.
TTE: Langkah Awal Menuju Transformasi Digital
Penerapan TTE di Mamuju Tengah bukan sekadar mengganti tanda tangan konvensional dengan versi digital, melainkan bagian dari upaya besar membangun e-Government . Nur Ainung S. Parampasi, Kepala Bidang Persandian Diskominfo Mateng, menjelaskan bahwa program ini menyasar seluruh ASN dan kepala desa di kabupaten tersebut.
“Total ada sekitar 2.700 ASN dan kepala desa yang harus mendaftar, belum termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang baru dilantik,” ujar Ainung saat ditemui di kantornya.
Sejak pendaftaran dibuka sepekan lalu, tercatat lebih dari 1.500 ASN telah mendaftar, termasuk 54 kepala desa yang sudah aktif menggunakan TTE untuk keperluan administrasi di wilayah mereka. Angka ini menunjukkan respons positif dari para pemangku kebijakan di tingkat daerah.

Mengapa TTE Penting?
TTE adalah tanda tangan yang memiliki kekuatan hukum setara dengan tanda tangan basah. Sistem ini memungkinkan dokumen ditandatangani secara digital tanpa perlu dicetak atau bertatap muka, sehingga mempercepat proses administrasi dan mengurangi biaya operasional.
“TTE tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga meningkatkan akuntabilitas dan transparansi. Dokumen digital lebih mudah dilacak dan disimpan, mengurangi risiko kehilangan atau pemalsuan,” jelas Ainung.
Selain itu, penerapan TTE sejalan dengan Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government , yang mendorong seluruh instansi pemerintah untuk beralih ke sistem digital.
Meski antusiasmenya tinggi, pelaksanaan pendaftaran TTE tidak lepas dari kendala. Beberapa kepala desa dari kecamatan terpencil harus menempuh perjalanan jauh untuk mendaftar langsung di kantor Diskominfo. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat mereka.
“Banyak ASN dan kepala desa rela antre sejak pagi. Ini bukti komitmen mereka terhadap transformasi digital,” kata Ainung.
Diskominfo Mateng juga terus melakukan sosialisasi dan pendampingan, terutama bagi ASN yang masih kurang paham dengan teknologi. Pelatihan singkat diberikan agar mereka dapat menggunakan TTE dengan lancar.
Target Rampung Sebelum Akhir 2025
Diskominfo Mateng optimistis seluruh ASN dan kepala desa akan terdaftar dalam sistem TTE sebelum akhir tahun 2025. “Kami terus memadukan perkembangan pendaftaran dan memastikan tidak ada yang tertinggal,” tegas Ainung.
Ke depan, penggunaan TTE akan mencakup layanan publik lainnya, seperti perizinan, pengadaan barang, dan pelaporan keuangan. Jika berhasil, Mamuju Tengah bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam penerapan smart governance .
Gelombang pendaftaran TTE di Mamuju Tengah mencerminkan semangat perubahan menuju birokrasi yang lebih modern. Dengan dukungan penuh dari ASN dan kepala desa, digitalisasi pemerintahan bukan lagi sekadar wacana, namun sebuah realitas yang sedang dibangun. Tantangan infrastruktur dan kesiapan sumber daya manusia masih ada, namun antusiasme yang tinggi menjadi modal besar untuk mewujudkannya.








![Pawai-becak-listrik-di-Pendapa-Wahyawibawagraha-Jember-Jawa-Timur-Minggu[1] Presiden Prabowo](https://www.abqedx389qqaazz.com/wp-content/uploads/2025/12/Pawai-becak-listrik-di-Pendapa-Wahyawibawagraha-Jember-Jawa-Timur-Minggu1-148x111.webp)