News Tobadak– Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, kembali diguncang kabar memilukan. Seorang bocah perempuan berinisial MZA (10) meregang nyawa setelah menjadi korban pembunuhan sadis oleh seorang remaja berinisial RH (18). Peristiwa mengerikan itu terjadi di Desa Wundubite, Kecamatan Polipolia.
Kejadian ini bukan hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga mengguncang hati masyarakat setempat. Bagaimana tidak, bocah polos yang tengah menempuh perjalanan menuju tempat mengaji justru harus kehilangan nyawa dengan cara tragis di tangan orang yang dikenal di lingkungannya.
Kronologi Kejadian: Perjalanan Mengaji yang Berujung Maut
Menurut keterangan Kasi Humas Polres Kolaka Timur, Iptu Irwan Pansha, peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 06.30 WITA. Saat itu, MZA berangkat mengaji bersama adik laki-lakinya, W (7). Tak ada firasat buruk, keduanya melangkah dengan riang menuju tempat belajar mengaji.
Namun di tengah perjalanan, langkah kecil mereka terhenti. Tiba-tiba, RH menghadang dengan sebilah parang di tangannya.
“Pelaku menghadang korban dan adiknya, lalu korban berusaha melarikan diri ke arah kebun milik warga,” ujar Iptu Irwan.

Baca Juga: Sulbar Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, Targetkan Poin Tinggi MCP/MCSP KPK
Dalam kondisi panik, MZA dan adiknya berlari sekuat tenaga. Namun nahas, RH yang kalap terus mengejar hingga berhasil menyusul MZA di kebun tersebut. Di sanalah, tragedi memilukan itu terjadi.
“Pelaku menggorok leher korban dengan parang hingga korban terkapar,” lanjutnya.
Jeritan Adik Kecil, Saksi Mata Kejadian
Detik-detik mengerikan itu disaksikan langsung oleh W, adik korban yang masih berusia 7 tahun. Tak kuasa menolong, W hanya bisa berteriak histeris melihat kakaknya terjatuh bersimbah darah.
Dengan tubuh gemetar, ia berlari menuju tempat mengaji untuk meminta pertolongan. Warga yang mendapat laporan segera bergegas ke lokasi dan mendapati MZA dalam kondisi mengenaskan.
“Korban sempat dilarikan ke RSUD Ladongi, namun nyawanya tak tertolong,” tutur Irwan.
Polisi Amankan Pelaku, Motif Diduga Dendam
Usai kejadian, polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku RH. Dari hasil pemeriksaan awal, terungkap dugaan bahwa aksi keji itu dipicu rasa dendam karena RH sering diejek.
“Motif sementara karena dendam sering diejek. Namun kata-kata ejekan yang dimaksud masih kami dalami,” jelas Kasat Reskrim Polres Kolaka Timur, AKP Ahmad Fatoni.








