News Tobadak– Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Barat (Sulbar) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi dengan media massa melalui kegiatan Capacity Building Wartawan yang digelar pada 29–30 September 2025. Kegiatan ini bukan sekadar forum pembelajaran, tetapi juga ruang strategis untuk menyamakan persepsi dan memperdalam pemahaman terkait isu-isu ekonomi yang sedang berkembang, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Media sebagai Pilar Informasi Ekonomi
Kepala Perwakilan BI Sulbar, Eka Putra Budi Nugroho, menegaskan bahwa media memiliki peran sentral dalam membentuk opini publik. Menurutnya, informasi yang dipublikasikan oleh media tidak hanya berfungsi sebagai sumber pengetahuan, melainkan juga mampu memengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat dalam merespons dinamika ekonomi.
“Informasi dari media tak hanya sebagai sumber pengetahuan, tapi juga dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat dalam merespons dinamika ekonomi,” ujar Eka.
Ia menambahkan, wartawan merupakan mitra strategis BI dalam mengedukasi publik. Dengan pemberitaan yang tepat, kata Eka, kebijakan moneter maupun fiskal akan lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas. Hal ini pada akhirnya akan membantu terciptanya stabilitas ekonomi, khususnya di tingkat daerah.
Menumbuhkan Pemahaman Ekonomi yang Lebih Dalam
Melalui kegiatan Capacity Building ini, BI Sulbar berharap wartawan semakin terlatih dalam memahami isu-isu ekonomi yang kerap kali bersifat kompleks dan teknis. Dengan pemahaman yang lebih mendalam, jurnalis diharapkan mampu menyajikan berita yang informatif, edukatif, dan tetap mudah dipahami oleh masyarakat awam.
Selain paparan materi, agenda ini juga menghadirkan diskusi interaktif serta studi kasus, yang membuka ruang dialog terbuka antara wartawan dengan narasumber dari BI maupun praktisi ekonomi. Melalui pendekatan ini, peserta tidak hanya mendengar teori, tetapi juga mendapat kesempatan menganalisis situasi nyata serta bertukar pandangan tentang isu-isu aktual di sektor keuangan dan perekonomian.

Baca Juga: Pemprov Sulbar Gandeng Bank Sulselbar Koperasi Panca Daya
Menjembatani Kebijakan dan Publik
Kegiatan Capacity Building ini pada dasarnya berfungsi sebagai jembatan antara regulator, dalam hal ini Bank Indonesia, dengan masyarakat melalui peran media. Dengan bahasa yang lebih sederhana dan gaya penyampaian yang sesuai kebutuhan pembaca, jurnalis menjadi penghubung agar kebijakan moneter, inflasi, perbankan, hingga perkembangan digitalisasi sistem pembayaran dapat dipahami secara luas.
“Dengan pemberitaan yang tepat, kebijakan moneter dan fiskal akan lebih mudah dipahami masyarakat, sehingga turut menjaga stabilitas ekonomi daerah,” jelas Eka.
Sinergi Jangka Panjang BI dan Media
Kegiatan Capacity Building bukan kali pertama dilakukan BI Sulbar. Sejak beberapa tahun terakhir, kegiatan ini telah menjadi agenda rutin yang dirancang untuk mempererat hubungan dengan media lokal. BI menyadari, keberhasilan kebijakan ekonomi juga sangat bergantung pada cara informasi tersebut dipahami dan diterima masyarakat.
Dengan demikian, peran wartawan bukan hanya sebagai pelapor fakta, tetapi juga sebagai agen edukasi yang mampu menerjemahkan isu-isu ekonomi yang rumit menjadi narasi yang sederhana, faktual, dan relevan bagi masyarakat.




