, ,

Dana Transfer Pusat Dipangkas Rp330 Miliar Sulbar Pilih Efisiensi

by -368 Views

News Tobadak– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) dihadapkan pada tantangan fiskal yang cukup berat setelah pemerintah pusat memangkas dana transfer sebesar Rp330 miliar. Kondisi ini memaksa Pemprov Sulbar untuk melakukan penyesuaian dan efisiensi besar-besaran di berbagai lini program pembangunan.

Rapat kerja strategis digelar di Ballroom Andi Depu, Lantai III Kantor Gubernur Sulbar, dipimpin langsung oleh Gubernur Suhardi Duka didampingi Wakil Gubernur Salim S Mengga. Suasana rapat yang dihadiri oleh jajaran OPD ini kental dengan nuansa keprihatinan, namun tetap menekankan semangat mencari solusi.

Pilihan Sulit: Pertahankan TPP ASN atau Visi Misi?

Dalam keterangannya, Gubernur Suhardi Duka menegaskan bahwa pihaknya mengambil keputusan strategis untuk tetap mempertahankan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN. Menurutnya, kebijakan ini penting untuk menjaga semangat dan kinerja aparatur sipil negara di tengah kondisi fiskal yang menantang.

“Saya punya pilihan, menjalankan semua visi misi dan menghapus TPP ASN, atau mempertahankan TPP ASN dan sedikit moderat terhadap visi misi saya. Saya memilih mempertahankan TPP ASN,” tegasnya.

Keputusan ini menunjukkan bahwa Pemprov Sulbar memandang kesejahteraan ASN sebagai faktor fundamental dalam menjalankan roda pemerintahan. Dengan ASN yang tetap sejahtera, diharapkan kualitas pelayanan publik tidak terganggu meski anggaran pembangunan harus dipangkas.

Efisiensi Program, Bukan Penghapusan

Pengurangan dana transfer sebesar Rp330 miliar otomatis membuat beberapa program Pemprov Sulbar harus direvisi. Namun, Gubernur Suhardi memastikan bahwa pemangkasan tidak akan dilakukan secara serampangan.

“Saya berharap ada tumpahan anggaran dari APBN. Pilihannya maka saya tidak hapus TPP, tapi saya melakukan efisiensi terhadap berbagai program yang akan turun ke daerah, dengan berupaya menggantinya dari program yang saya ambil dari Jakarta,” ujarnya. Dengan demikian, efisiensi lebih diarahkan pada rasionalisasi program dan prioritisasi sektor strategis, bukan penghentian total.

Sektor Prioritas Tetap Dipertahankan

Dana Transfer Pusat Dipangkas Rp330 Miliar, Sulbar Kembali Lakukan Efisiensi Anggaran - Rakyat Sulsel

Baca Juga: BI Sulbar Gelar Capacity Building Wartawan Dibekali Pemahaman Ekonomi Lebih Dalam

Meski ruang fiskal menyempit, sejumlah sektor vital tetap menjadi fokus pembangunan. Pemprov Sulbar berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan infrastruktur, pertanian, perkebunan, perikanan, kesehatan, UMKM, hingga program beasiswa.

“Hampir semua, infrastruktur, pertanian, perkebunan, perikanan, kesehatan, UMKM, dan beasiswa tetap kita pertahankan. Walaupun peningkatannya tidak besar. Tapi minimal kita pertahankan apa yang ada sekarang,” papar Gubernur.

Dengan strategi ini, masyarakat Sulbar masih bisa berharap pada kelanjutan program-program yang langsung menyentuh kehidupan mereka.

Hibah Jadi Pos yang Dikurangi

Namun, tidak semua pos anggaran bisa dipertahankan. Dana hibah, terutama yang dialokasikan untuk organisasi kemasyarakatan maupun lembaga non-pemerintah, akan mengalami pengurangan signifikan.

“Hanya hibah memang yang kita kurangi. Bantuan ke organisasi, bantuan hibah itu tidak bisa kita hindari, harus kita kurangi,” jelas Suhardi.

Kebijakan ini dipilih karena dana hibah dinilai lebih fleksibel untuk dikurangi dibanding sektor lain yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.