DLH Sulbar Tanggapi Masalah Sampah di Bahu Jalan Poros Tobadak, Dorong Pengelolaan Sampah Terpadu di Kabupaten

by -507 Views

DLH Sulbar Tanggapi Tumpukan Sampah di Bahu Jalan Poros Tobadak, Dorong Pengelolaan Terpadu

News Tobadak – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menanggapi keluhan masyarakat terkait tumpukan sampah di bahu Jalan Poros Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, yang menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Fenomena ini juga memicu kekhawatiran warga terkait potensi penyakit dan pencemaran lingkungan, terutama di sekitar permukiman dan area publik.

DLH Sulbar menyampaikan keprihatinan sekaligus komitmen untuk turut berperan dalam mencari solusi bersama pemerintah daerah setempat. Kepala DLH Sulbar, Zulkifli Manggazali, menekankan bahwa persoalan sampah di kawasan publik, seperti jalan poros provinsi, tidak hanya menjadi tanggung jawab kabupaten, tetapi juga memerlukan dukungan lintas sektor, termasuk pemerintah provinsi dan peran aktif masyarakat.

“Kami memahami keresahan warga. Masalah sampah di bahu jalan menunjukkan bahwa sistem pengelolaan sampah masih perlu diperkuat, terutama dalam hal perencanaan, pengawasan, dan partisipasi masyarakat. DLH Sulbar siap memberikan dukungan teknis dan pendampingan kepada pemerintah kabupaten untuk memperbaikinya,” ujar Zulkifli, Selasa (14 Oktober 2025).

Langkah-Langkah Pemprov Sulbar

Dalam menanggapi persoalan ini, DLH Sulbar akan melakukan beberapa langkah strategis:

  1. Evaluasi lokasi rawan sampah di sepanjang jalan poros Tobadak untuk menentukan titik-titik prioritas penanganan.

  2. Pendampingan teknis kepada pemerintah kabupaten, termasuk penyediaan fasilitas tempat sampah, armada pengangkut sampah, dan sistem pengelolaan terpadu.

  3. Kampanye kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, termasuk edukasi tentang pemilahan sampah dan dampak pencemaran.

  4. Koordinasi lintas instansi, melibatkan dinas kesehatan, dinas perhubungan, serta aparat kecamatan dan desa, untuk memastikan pengawasan berkelanjutan dan penegakan aturan.

Dampak Lingkungan dan Sosial

Tumpukan sampah di bahu jalan tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga menyebabkan pencemaran air dan tanah, menarik hewan pengganggu seperti tikus dan serangga, serta meningkatkan risiko penyebaran penyakit. Pengguna jalan juga mengeluhkan bau tidak sedap yang membuat perjalanan menjadi kurang nyaman.

Zulkifli menambahkan bahwa penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus melibatkan partisipasi aktif masyarakat, baik dalam menjaga lingkungan tetap bersih maupun melaporkan titik-titik rawan sampah. “Dengan keterlibatan semua pihak, kami yakin jalan poros Tobadak bisa menjadi contoh pengelolaan sampah terpadu yang baik di Sulawesi Barat,” katanya.

Harapan ke Depan

DLH Sulbar berharap langkah-langkah ini dapat meminimalkan masalah sampah di kawasan publik, meningkatkan kenyamanan dan kesehatan masyarakat, serta mendukung upaya pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Mamuju Tengah. Pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi progres pengelolaan sampah, sehingga Tobadak dan wilayah sekitarnya bisa lebih bersih, nyaman, dan sehat bagi warga dan pengunjung.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.