News Tobadak– Dunia diplomasi internasional berpotensi diguncang oleh langkah bersejarah Inggris. Perdana Menteri Keir Starmer dikabarkan akan mengumumkan pengakuan resmi Inggris terhadap negara Palestina pekan ini, segera setelah kunjungan kenegaraan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berakhir.
Kabar tersebut pertama kali diungkapkan surat kabar The Times, Rabu (17/9), yang menyebut London tengah menyiapkan pernyataan besar dalam forum Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, pekan depan. Meski belum ada konfirmasi resmi dari Kementerian Luar Negeri Inggris, laporan ini telah memicu diskusi hangat, baik di dalam negeri maupun di panggung internasional.
Starmer di Persimpangan Sejarah
Sejak awal masa jabatannya, Keir Starmer menegaskan komitmen Inggris pada solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik Israel-Palestina. Namun, hingga kini, kebijakan tersebut selalu digantungkan pada syarat “waktu yang tepat.”
Situasi di Gaza yang terus memburuk, dengan perang yang hampir dua tahun terakhir berlangsung tanpa tanda perdamaian, mendorong tekanan politik pada Starmer. Partai Buruh, yang ia pimpin, mendesak agar Inggris tidak lagi menunda pengakuan.
“Dengan solusi dua negara kini terancam, inilah saatnya bertindak,” tegas Starmer dalam pidatonya pada Juli lalu.
Namun, ia memilih menahan pengumuman hingga Trump meninggalkan Inggris.
Trump di London: Diplomasi, Energi, dan Simbol Persahabatan
Trump tiba di Inggris pada Selasa malam (16/9), disambut Raja Charles III dan Ibu Negara Melania dalam prosesi kenegaraan megah di Istana Windsor. Kereta kuda, jamuan makan mewah, hingga atraksi udara militer menandai kunjungan yang disebut Trump sebagai “kehormatan tertinggi dalam hidupnya.”
Selain seremoni, pertemuan Trump dengan Starmer juga mencakup isu serius: tarif impor baja Inggris ke AS yang masih tinggi di angka 25%, serta kesepakatan baru di bidang energi nuklir dan teknologi. Pemerintah London menegaskan bahwa kunjungan ini adalah simbol “hubungan transatlantik yang terkuat di dunia.”

Baca Juga: Irma NasDem Soroti MBG Bukan Dapur Fiktif Tapi Kuota Disalahgunakan
Namun, di balik senyum diplomasi dan jamuan mewah, ada bayang-bayang perbedaan tajam soal Palestina.
Reaksi Dunia: Antara Dukungan dan Kecemasan
Rencana Inggris ini tak berdiri sendiri. Prancis, Kanada, Australia, dan Belgia juga telah menyatakan niat mereka untuk mengakui Palestina secara resmi. Jika London benar-benar mengambil langkah tersebut, maka gelombang pengakuan internasional bisa semakin deras.
Namun, Israel bereaksi keras. Tel Aviv menilai pengakuan Palestina di tengah konflik justru menguntungkan Hamas, dan berpotensi memperumit upaya perdamaian.
Sementara itu, Washington mengirim sinyal ambigu. Pada Juli lalu, Trump mengatakan dirinya “tidak keberatan” jika Inggris mengakui Palestina. Tetapi sikap resmi AS kini berubah tegas: menentang langkah sekutu-sekutunya di Eropa dalam hal ini.




![rs[1]](https://www.abqedx389qqaazz.com/wp-content/uploads/2025/09/rs1-148x111.jpeg)

