Mahasiswa KKN-PPM UGM Bergerak Lawan Penyakit Tidak Menular di Desa Mahahe
News Tobadak– Menyikapi hal ini, dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di wilayah tersebut mengambil langkah nyata. Dinda Cyafina Ramadhani (Fakultas Farmasi) dan Almira Yusriyyah Rahmawati (Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan) menggagas program “TOLAK PTM SEJAK DINI” (Tobadak Lawan Penyakit Tidak Menular Lewat Cek Kesehatan dan Edukasi Mandiri).
Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung kini tidak hanya menjadi masalah di perkotaan, tetapi juga mulai mengancam masyarakat pedesaan. Di Desa Mahahe, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, ancaman PTM semakin nyata akibat keterbatasan akses informasi dan layanan kesehatan. Banyak kasus tidak terdeteksi hingga akhirnya menimbulkan komplikasi serius, terutama pada kelompok usia produktif dan lansia.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan deteksi dini PTM melalui pendekatan promotif-preventif. Dengan edukasi yang membumi dan pemeriksaan kesehatan langsung, mereka berharap dapat membantu warga Desa Mahahe menghadapi ancaman penyakit tidak menular secara mandiri dan berkelanjutan.
PTM: Ancaman Senyap di Pedesaan
Penyakit Tidak Menular (PTM) sering disebut sebagai silent killer karena gejalanya yang tidak langsung terlihat, namun dapat berkembang menjadi kondisi kronis jika tidak ditangani. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa PTM menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, bahkan melebihi penyakit menular.
Di Desa Mahahe, masalah ini diperparah oleh beberapa faktor:
-
Kurangnya kesadaran masyarakat tentang risiko PTM.
-
Minimnya akses pemeriksaan kesehatan rutin.
-
Pola hidup tidak sehat, seperti konsumsi garam dan gula berlebihan, kurang aktivitas fisik, serta kebiasaan merokok.
“Banyak warga yang baru mengetahui dirinya menderita hipertensi atau diabetes setelah kondisinya parah. Padahal, deteksi dini bisa mencegah komplikasi,” ungkap Almira.
TOLAK PTM SEJAK DINI: Langkah Nyata Mahasiswa UGM

Baca Juga: Turnamen E-Sport Sulbar Jadi Ajang Pencarian Bakat Atlet Nasional
Program TOLAK PTM SEJAK DINI dirancang sebagai solusi konkret dengan tiga pilar utama:
1. Edukasi Kesehatan Interaktif
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggelar sosialisasi tentang PTM dengan bahasa yang mudah dipahami. Mereka menggunakan media poster, video, dan simulasi langsung untuk menjelaskan:
-
Apa itu PTM dan faktor risikonya
-
Cara mengenali gejala awal
-
Pentingnya pola hidup sehat (makan bergizi, olahraga teratur, hindari rokok dan alkohol)
“Kami tidak hanya memberi ceramah, tapi juga mengajak warga berdiskusi. Misalnya, tanya jawab tentang makanan sehari-hari yang bisa memicu hipertensi atau diabetes,” jelas Dinda.
2. Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Bekerja sama dengan Puskesmas setempat, tim KKN menyelenggarakan cek kesehatan gratis meliputi:
-
Pengukuran tekanan darah
-
Pengecekan gula darah
-
Pemeriksaan indeks massa tubuh (IMT)
Hasil pemeriksaan kemudian dicatat dan diberikan saran tindak lanjut. Warga yang terdeteksi memiliki risiko PTM dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
3. Pembentukan Kelompok Peduli PTM
Agar program berkelanjutan, mahasiswa KKN membentuk Kelompok Peduli PTM yang terdiri dari kader kesehatan desa dan perwakilan warga. Kelompok ini akan melanjutkan edukasi dan memantau kesehatan masyarakat secara berkala.
“Kami juga melatih kader untuk melakukan pemeriksaan sederhana seperti mengukur tekanan darah, sehingga warga bisa memantau kesehatan mereka sendiri,” tambah Almira.
Program TOLAK PTM SEJAK DINI telah mendapat respons positif dari warga dan pemerintah desa. Banyak peserta yang baru menyadari pentingnya menjaga pola makan dan rutin mengecek kesehatan.
“Selama ini saya pikir pusing itu hal biasa, ternyata tekanan darah saya tinggi. Sekarang saya lebih hati-hati,” kata Pak Jufri, salah satu warga yang mengikuti pemeriksaan.
Kepala Desa Mahahe, Bapak Ahmad, menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN-PPM UGM. “Program ini sangat bermanfaat. Kami berharap kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Upaya Dinda, Almira, dan tim KKN-PPM UGM di Desa Mahahe membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil. Edukasi kesehatan yang sederhana, pemeriksaan langsung, dan pemberdayaan masyarakat menjadi kunci dalam melawan PTM.
“Kesadaran masyarakat adalah modal utama. Jika dibangun secara konsisten, generasi sehat dan produktif bukan hanya impian, tapi bisa diwujudkan,” tandas Dinda.








![Pawai-becak-listrik-di-Pendapa-Wahyawibawagraha-Jember-Jawa-Timur-Minggu[1] Presiden Prabowo](https://www.abqedx389qqaazz.com/wp-content/uploads/2025/12/Pawai-becak-listrik-di-Pendapa-Wahyawibawagraha-Jember-Jawa-Timur-Minggu1-148x111.webp)
![bupati-bandung-dadang-supriatna-saat-meninjau-lokasi-perkebunan-teh-yang-mengalami-kerusakan-kecamatan-pangalengan-sabtu-29112-1764409821403_169[1]](https://www.abqedx389qqaazz.com/wp-content/uploads/2025/12/bupati-bandung-dadang-supriatna-saat-meninjau-lokasi-perkebunan-teh-yang-mengalami-kerusakan-kecamatan-pangalengan-sabtu-29112-1764409821403_1691-148x111.jpeg)