Lebih dari Sekadar Seremoni: TMMD ke-125 di Mamuju Tutup dengan Gerakan Pangan Murah, Langsung Sentuh Hati Warga
News Tobadak– Suasana di Lapangan Sepak Bola Desa Mahahe pada Kamis, 21 Agustus, bukanlah suasana pertandingan biasa. Lapangan itu berubah menjadi pusat harapan dan kelegaan ekonomi bagi ratusan warga. Penutupan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 1418/Mamuju di sini membuktikan bahwa pembangunan yang hakiki bukan hanya tentang cor beton dan tiang jembatan, tetapi juga tentang memenuhi kebutuhan paling dasar masyarakat: pangan yang terjangkau.
Acara penutupan yang biasanya identik dengan pidato dan gunting pita, kali ini diwarnai dengan semangat gotong royong yang berbeda. Kodim 1418/Mamuju, bekerja sama dengan Pusat Koperasi Angkatan Darat (Primkopad) Kartika Hasanuddin, menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM), sebuah inisiatif yang langsung menyentuh denyut nadi perekonomian keluarga kecil.
Lapar Akan Harga yang Wajar
Sejak pagi buta, riuh rendah telah memecah kesunyian desa. Ratusan warga dari Desa Mahahe dan sekitarnya berduyun-duyun memadati lapangan. Pandangan mereka tertuju pada tumpukan barang-barang pokok yang menjadi idaman setiap ibu rumah tangga: beras, minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu. Yang membuatnya spesial, semua itu dijual dengan harga yang jauh lebih bersahabat dibandingkan dengan angka-angka yang tercantum di warung-warung atau pasar tradisional.

Baca Juga: Dekranasda Sulbar Pacu Persiapan Siap Pamerkan Tenun 3S di Kriyanusa 2025
Berdasarkan pantauan, pasokan yang disediakan dalam GPM kali ini cukup signifikan: 2 ton beras (setara 400 sak), 60 dos minyak goreng, 100 kilogram gula pasir, dan 50 bungkus tepung terigu. Namun, yang lebih menggebrak adalah selisih harganya.
Gula pasir, yang di pasaran bisa mencapai Rp 19.000 per kilogram, dijual hanya Rp 17.000/kg. Telur, komoditas yang harganya sering fluktuatif, dibanderol Rp 48.000 per rak, lebih murah Rp 2.000 dari harga normal. Selisih yang mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang, tapi bagi warga di pedesaan, angka itu sangat berarti.
Komitmen TNI yang Nyata dan Konkret
Komandan Kodim 1418/Mamuju, Kolonel Inf Andik Siswanto, menegaskan bahwa GPM bukanlah kegiatan insidental belaka. Ini adalah bagian integral dari filosofi TMMD dan komitmen TNI untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat. Suasana haru dan syukur terpancar dari raut wajah warga yang berhasil membeli bahan pokok. Suratmin (49), salah seorang warga yang antre, dengan jujur mengungkapkan rasa syukurnya.








![Pawai-becak-listrik-di-Pendapa-Wahyawibawagraha-Jember-Jawa-Timur-Minggu[1] Presiden Prabowo](https://www.abqedx389qqaazz.com/wp-content/uploads/2025/12/Pawai-becak-listrik-di-Pendapa-Wahyawibawagraha-Jember-Jawa-Timur-Minggu1-148x111.webp)
![KORUPSI-BAZNAS-ENREKANG-Eks-Ketua-dan-tiga-komisioner[1]](https://www.abqedx389qqaazz.com/wp-content/uploads/2025/12/KORUPSI-BAZNAS-ENREKANG-Eks-Ketua-dan-tiga-komisioner1-148x111.webp)
![Guru-SD-yang-dulunya-diremehkan-kini-menjadi-jurusan-paling-diminati[1]](https://www.abqedx389qqaazz.com/wp-content/uploads/2025/12/Guru-SD-yang-dulunya-diremehkan-kini-menjadi-jurusan-paling-diminati1-148x111.jpg)