Sampah Berserakan di Poros Tobadak, Bau Tak Sedap Ganggu Pengendara

by -433 Views

Sampah Berserakan di Poros Tobadak, Bau Tak Sedap Ganggu Pengendara

News Tobadak – Pemandangan memprihatinkan tampak di sepanjang jalan utama provinsi di Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak: tumpukan sampah berserakan di bahu Jalan Poros Tobadak (ujung Jalur Dua Benteng). Pantauan pada Senin, 13 Oktober 2025, menunjukkan tumpukan sampah sepanjang sekitar 50 meter yang terdiri dari kantong plastik, popok bayi bekas, botol minuman, sisa makanan, dan limbah rumah tangga lainnya.

Keadaan Lapangan

Material sampah menumpuk tepat di tepi jalan, mulai dari sisi kantor UPTD Air Bersih hingga ke ujung jalur dua. Bau busuk dari sampah tersebut menyengat terutama saat hembusan angin ke arah jalan sehingga mengganggu pengguna jalan. Seorang warga, Rusli, yang setiap hari melintas di lokasi mengaku merasa terganggu:

“Selain tidak enak dipandang, baunya juga luar biasa. Setiap lewat sini, pasti tercium aroma busuk. Tolong segera diatasi, ini sangat mengganggu.”
Rusli menambahkan bahwa kondisi ini bukanlah hal baru—menurutnya tumpukan sudah terjadi selama lima bulan terakhir, meskipun pernah dibersihkan sebentar, namun segera kembali penuh.

Akar Masalah

Dari keterangan warga dan hasil penelusuran, beberapa faktor utama yang menyebabkan sampah menumpuk di bahu jalan tersebut adalah:

  • Kurangnya rambu larangan pembuangan sampah yang semula pernah dipasang namun kini sudah rusak atau hilang.

  • Minimnya pengawasan terhadap pembuangan sampah liar pada malam hari.

  • Sistem pengelolaan sampah dan saluran pembuangan belum optimal, sehingga warga terdorong memilih lokasi pinggir jalan sebagai tempat sampah.

  • Jalan tersebut adalah jalur utama yang sering dilalui kendaraan dari berbagai wilayah, sehingga limbah yang dibuang dapat terakumulasi dengan cepat.

Dampak Terhadap Lingkungan dan Pengendara

Penumpukan sampah di lokasi strategis bukan hanya mengganggu estetika dan kenyamanan, tetapi juga membawa dampak negatif yang lebih luas:

  • Bau menyengat menciptakan ketidaknyamanan bagi pengendara dan warga sekitar, bahkan dapat mengganggu aktivitas harian.

  • Sampah terbuka mengundang hama, serangga, dan potensi penyakit, sehingga menjadi ancaman kesehatan bagi lingkungan sekitar.

  • Jalan poros yang seharusnya menjadi wajah utama bagi tamu dan pengguna jalan di Kabupaten Mamuju Tengah berubah menjadi titik kumuh, mempengaruhi citra kawasan.

  • Penumpukan limbah plastik dan botol bekas meningkatkan beban lingkungan terhadap pencemaran dan mempersulit usaha pemerintah dalam menjaga kebersihan wilayah.

Respons Pemerintah dan Rencana Tindakan

Menanggapi keluhan masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Barat (DLH Sulbar) menyatakan keprihatinan dan kesiapan untuk ikut menangani persoalan ini. Kepala DLH Sulbar, Zulkifli Manggazali, mengatakan bahwa persoalan seperti ini menunjukkan bahwa sistem pengelolaan sampah di tingkat kabupaten masih perlu diperkuat — dalam hal perencanaan, pengawasan, dan partisipasi masyarakat. Pihak DLH juga menyebutkan bahwa mereka akan membantu pemerintah kabupaten dengan dukungan teknis, penyusunan kebijakan, dan edukasi kepada masyarakat agar pengelolaan sampah menjadi lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Langkah-Langkah yang Disarankan

Dalam rangka penanganan jangka pendek dan menengah, beberapa langkah yang perlu segera dilakukan antara lain:

  • Pemerintah kabupaten dan kecamatan memasang kembali papan larangan pembuangan sampah dan memastikan keberlanjutannya.

  • Penertiban dan pengawasan intensif di malam hari agar tidak ada pembuangan sampah liar di bahu jalan.

  • Peningkatan frekuensi pengangkutan atau pembersihan sampah di titik kritis, agar penumpukan tidak mencapai kondisi seperti saat ini.

  • Penyediaan fasilitas seperti tempat sampah besar atau kontainer di tepi jalur, sebagai alternatif pembuangan bagi masyarakat.

  • Kampanye edukasi ke masyarakat tentang pengelolaan sampah serta pentingnya memilah dan tidak membuang sampah secara sembarangan.

  • Koordinasi antar‑instansi untuk mendesain sistem pengelolaan lingkungan yang komprehensif, termasuk pengolahan sampah plastik dan organik di wilayah tepi jalan.

Harapan ke Depan

Warga dan pemangku kepentingan berharap agar masalah yang telah berlangsung berbulan‑bulan ini segera ditangani secara menyeluruh. Menurut Rusli,

“Kalau tidak segera diatasi, bukan hanya kita terganggu sekarang, tetapi lingkungan dan generasi mendatang juga akan menanggung akibatnya.”

Kondisi ini sejatinya menjadi warning bagi setiap jajaran pemerintah dan masyarakat bahwa kebersihan dan pengelolaan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan sistem pengelolaan yang baik, jalur utama seperti Jalan Poros Tobadak dapat kembali menjadi kawasan yang bersih, aman, dan nyaman bagi semua pengguna jalan — sekaligus menjadi representasi positif Kabupaten Mamuju Tengah yang layak dibanggakan.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.