, ,

Purwokinanti Wakili DIY di Lomba Kelurahan Nasional 2025

by -351 Views

News Tobadak– Semangat gotong royong dan inovasi warga Kelurahan Purwokinanti, Kemantren Pakualaman, Kota Yogyakarta, kini membuahkan hasil manis. Tahun 2025 ini, Purwokinanti resmi mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam ajang Lomba Kelurahan Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Ditjen Bina Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Keikutsertaan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sebuah cermin dari bagaimana masyarakat dan pemerintah kelurahan bersinergi membangun wilayah yang tangguh — dari aspek sosial, ekonomi, hingga lingkungan.

Dari Kampung ke Nasional: Bukti Sinergi dan Komitmen

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas prestasi tersebut. Ia menyebut Purwokinanti sebagai contoh nyata bagaimana program pemberdayaan masyarakat bisa berjalan efektif berkat kolaborasi lintas sektor.

Sejak awal, Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan dukungan penuh bagi Purwokinanti. Salah satunya melalui pembinaan intensif di bidang pengelolaan sampah dan pemberdayaan ekonomi lokal. Hasto menjelaskan bahwa dukungan tersebut mencakup penyediaan sarana pengumpulan sampah, seperti galon dan ember, serta penguatan manajemen pengelolaan di wilayah tepi sungai — sebuah tantangan klasik bagi banyak kawasan perkotaan.

Tak hanya itu, Pemkot juga mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah inisiatif nasional yang kini mulai diterapkan di tingkat kelurahan.

“Minggu ini program MBG sudah mulai berjalan. Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) juga kita dorong agar bisa men-support kebutuhan bahan makanan untuk program tersebut,” tambah Hasto.

Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta - Purwokinanti Maju Lomba Tingkat Nasional 2025, Siap Wujudkan Kelurahan Tangguh

Baca Juga: Depok Pertahankan Juara 3 Nasional RSPA 2025 Supian Suri

Transformasi Purwokinanti: Dari Pangan Hingga Digitalisasi

Lurah Purwokinanti, Moch. Ismail, menegaskan bahwa arah pembangunan kelurahannya berfokus pada terwujudnya masyarakat tangguh dan berdaya. Melalui program berkelanjutan, Purwokinanti terus bertransformasi menjadi Kelurahan Tangguh Pangan, yang mengintegrasikan ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

“Kami berkomitmen membangun kelurahan yang bersih, sehat, tertib, dan berwawasan lingkungan. Prinsip kami, ketahanan pangan harus berbasis partisipasi warga,” tutur Ismail.

Salah satu terobosan utama Purwokinanti adalah pengembangan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG), yang menjadi motor penggerak Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami sudah bekerja sama dengan koperasi untuk menjadi gerai sembako warga. Gas sudah kami suplai agar program berjalan lancar. Selanjutnya, hasil produksi pangan masyarakat akan menopang penyediaan bahan makanan bergizi,” jelas Ismail.

Ke depan, hasil panen sayur dan perikanan dari Gapoktan Berlian — seperti tomat, terong, hingga ikan lele — akan menjadi sumber utama bahan pangan MBG. Dengan demikian, program ini tidak hanya memperkuat gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.